Di saat anak seusianya sibuk dengan urusan sekolah atau asyik bermain *video game*, Laurent Simons hadir dengan cerita yang sangat berbeda. Anak muda berbakat asal Belgia ini mencuri perhatian dunia setelah berhasil meraih gelar Doktor (PhD) di bidang Fisika Kuantum pada penghujung tahun 2025. Dengan perkiraan IQ di atas 145, Laurent tidak sekadar mencetak rekor sebagai salah satu doktor termuda, tetapi juga membawa visi masa depan yang jauh melampaui usianya.

Perjalanan akademis Laurent memang terbilang super cepat dan tidak biasa. Ia menamatkan pendidikan dasar di usia 4 tahun dan lulus SMP saat berumur 6 tahun. Sempat belajar Teknik Elektro di Belanda saat berusia 8 tahun, ia kemudian pindah ke Universitas Antwerpen, Belgia, dan meraih gelar Sarjana serta Master Fisika dengan predikat *Summa Cum Laude* dalam waktu singkat. Di usia 15 tahun, ia sukses mempertahankan disertasi doktoralnya berjudul *”Bose polarons in superfluids and supersolids”*, sebuah riset kompleks tentang interaksi partikel kuantum yang dianggap rumit oleh para fisikawan senior.
Namun, bagi Laurent, deretan gelar akademis itu hanyalah “pijakan awal”. Tujuan utamanya jauh lebih besar dan jelas, yaitu mewujudkan keabadian biologis (*immortality*). Ia berkeinginan memperpanjang














Leave a Reply