Perjalanan ONIC Esports di Swiss Stage M7 World Championship 2026 mengalami hambatan setelah kalah dari Yangon Galacticos (YG) dalam laga yang berlangsung pada Minggu, 11 Januari 2026. Kekalahan ini memberi peringatan bahwa persaingan di panggung dunia Mobile Legends: Bang Bang kini jauh lebih ketat, dan tidak ada tim yang benar-benar bisa dianggap mudah.
Pertandingan ONIC vs Yangon Galacticos menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak disaksikan saat Swiss Stage berlangsung, bahkan tercatat sebagai match paling populer setelah dua ronde awal Swiss Stage dengan puncak viewership mencapai hampir 2,8 juta penonton di berbagai platform streaming global.
Dominasi YG Sejak Awal Laga
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari Yangon Galacticos. Tidak seperti di laga pembuka Swiss Stage yang berhasil dimenangkan ONIC atas Boostgate Esports, kali ini tim asal Myanmar langsung mengambil inisiatif serangan sejak early game. Mereka unggul dalam kontrol peta, perolehan gold, dan perebutan objektif.
Menurut statistik pertandingan, YG berhasil unggul dalam jumlah eliminasi sejak menit awal, serta memaksa ONIC kehilangan dua pemain penting dalam satu momen krusial — sebuah situasi yang langsung berdampak pada ritme permainan Raja Langit.
Dominasi YG terlihat jelas dari gold gap yang terus melebar sampai fase mid game. Dalam waktu kurang dari 15 menit, selisih ekonomi mereka sudah mencapai lebih dari 8.000 gold, dan ONIC kesulitan untuk mengejar atau menciptakan momentum balik.
Kesulitan ONIC Mengendalikan Objektif
Yangon Galacticos tidak hanya unggul dalam jumlah eliminasi, tetapi juga mendominasi objektif. YG berhasil mengamankan Turtle dua kali dan Lord sekali, memungkinkan mereka untuk mengeksekusi serangan dengan tekanan terus-menerus. Sebaliknya, ONIC hanya berhasil mendapatkan satu Turtle sepanjang laga.
Objektif besar ini menjadi penentu utama jalannya pertandingan. Dengan dominasi objektif, YG mampu membuka ruang lebih leluasa, mengamankan tower lawan, dan menekan ONIC hingga ke base mereka.
Metode Permainan YG yang Efektif
Yangon Galacticos memainkan draft yang sangat efektif. Hero-hero seperti Fanny dan Luo Yi memberi tekanan besar sejak lane awal, sementara role tank-support seperti Hylos memberi ruang bagi tim untuk bertahan sekaligus mendorong serangan.
Dalam pertandingan ini, salah satu pemain YG tampil sangat dominan dan mencatat statistik yang impresif. Pemilihan hero yang tepat serta eksekusi yang disiplin membuat ONIC kesulitan untuk menemukan celah dalam laning phase maupun teamfight.
ONIC Harus Mengakui Kelamahan Permainan Mereka
ONIC Esports Indonesia sempat mencoba beberapa strategi membalikkan keadaan, tetapi dominasi YG membuat peluang tersebut sangat minim. Ketika game memasuki fase mid game, YG terus memegang kontrol objektif dan ruang peta, sehingga ONIC tidak bisa berkembang dengan leluasa.
Kekalahan ini membuat rekor ONIC menjadi 1-1 di Swiss Stage, dan membuat mereka harus bekerja lebih keras di laga-laga berikutnya demi menjaga peluang lolos ke fase knockout.
Dampak Kalah dari YG untuk ONIC di Swiss Stage
Swiss Stage menggunakan sistem di mana tim dituntut meraih setidaknya tiga kemenangan untuk lolos langsung ke knockout stage. Dengan hasil ini, ONIC kini berada di bracket 1-1, sehingga tekanan untuk menang di ronde berikutnya menjadi lebih besar.
Kekalahan tersebut pun memaksa ONIC untuk melakukan evaluasi cepat atas draft, komposisi hero, serta koordinasi tim yang diperlukan untuk menghadapi lawan-lawannya yang semakin kuat di Swiss Stage.
Pelajaran Penting dan Harapan ke Depan
Walaupun kalah dari Yangon Galacticos, posisi ONIC belum gugur. Sistem Swiss Stage memberi harapan kepada tim dengan catatan kalah-menang campuran. ONIC masih punya kesempatan untuk bangkit di ronde berikutnya, asalkan mereka mampu memperbaiki kekurangan, terutama di fase awal pertandingan.
Pelatih dan pemain ONIC kemungkinan besar akan meninjau ulang draft mereka, serta memperkuat koordinasi timfight untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Pertandingan ONIC Esports vs Yangon Galacticos di Swiss Stage M7 World Championship 2026 menjadi salah satu momen krusial bagi wakil Indonesia di panggung dunia. Meskipun kalah, pengalaman berat seperti ini merupakan bagian penting dari perjalanan panjang menuju fase knockout dan kemungkinan besar akan menjadi pelajaran besar bagi ONIC.
Kunci selanjutnya adalah bagaimana ONIC bisa bangkit dan menunjukkan konsistensi di babak Swiss Stage berikutnya untuk tetap menjaga peluang mereka di turnamen terbesar Mobile Legends tahun ini.
















Leave a Reply